Tahap Perkembangan Bahasa, Kognitif, dan Sosial Bayi Usia 10-12 Bulan

Akhirnya selesai jugaaaaaaaaaaaa.

Okay, jadi ceritanya begini. Sejak posting tentang speech delay, aku dan abi jadi lumayan sering nemu dan ditemuin (halah, maksudnya diajak ngobrol gitu) orang tua yang anaknya ngalamin speech delay, baik lewat Instagram ataupun Facebook (ini punya abi sih, aku udah jarang aktif di Facebook). Ironisnya, ternyata lebih banyak lagi lho orang tua yang bingung ini anaknya speech delay apa nggak. Tipikal pertanyaannya: ‘anakku umur segini bisa begini-begini tapi belum bisa begini-begini, normal apa nggak ya?’ dan sejenisnya.

Nah, dengan latar belakang itulah aku akhirnya berinisiatif buat terjemahin salah satu dokumen punya Cochlear yang berjudul Integrated Scales of Development ini. Kenapa kok aku segitu keukeuhnya mau terjemahin ini? Because it can come in very handy for parents who want to keep track their chlidren’s development, who often wonder if they just missed something or not, who are just as paranoid as I am.

FYI, due to personal justification, aku cuma terjemahin tiga tabel aja nih, yaitu rentang umur 10-12 bulan, 13-15 bulan, dan 16-18 bulan. Alasannya karena di umur 10-12 bulan, bahasa ekspresif bayi mulai keliatan jelas. Babbling pun mulai terstruktur. Bahkan di situ dituliskan bahwa biasanya di umur ini bayi mulai mengucapkan kata pertamanya. Trus kenapa sampe 16-18 bulan aja? Karena kalo di rentang umur ini (tepatnya umur 16 bulan) anak masih belum bisa ngomong satu patah kata pun, wajib di bawa ke dokter tumbuh kembang, takutnya ada speech disorder.

Trus kenapa harus diterjemahin? Sok pinter ya? Ouch.

Nggak lah yaaa. Aku terjemahin ini pun belum tentu 100% bener kok. Hah? Maksudnya gimana kok udah terjemahin tapi belum tentu bener?

Karena eh karena, setelah aku sendiri nyoba terjemahin, ternyata cukup banyak istilah-istilah yang aku belum pernah tahu sebelumnya karena, obviously, ini bukan ranah studiku (aku S1 Pendidikan Fisika, by the way). Not once in my life I ever (formally) learned about psychology or linguistics or anything such that (eh tapi ada satu ding yang aku pernah pelajarin waktu kuliah dulu, tentang teori kognitif Piaget, itu pun nggak sengaja tahu gara-gara browsing tentang pragmatic skills). Nah, istilah-istilah ini tuh nggak cukup ditempel di Google Translate lalu selesai. I wish it were that easy! Hahaha. Misalnya aja istilah suprasegmental features. Aku bener-bener yang harus baca dulu beberapa referensi tentang ini baru kalo udah ngerti aku interpretasiin sendiri dan akhirnya aku susun jadi kalimat yang aku harap mudah dimengerti. Kadang kalo aku masih nggak yakin orang-orang bakal ngerti maksudku apa enggak, aku bakal kasih contoh juga pake pengalamanku bareng Alma (yang notabene pasti di dokumen aslinya nggak dikasih contoh sama sekali ya).

Nah, dengan begini udah jelas dong ya alasanku kenapa aku terjemahin Integrated Scales of Development ini. Biar orang lain bisa lebih mudah memahami isi dokumen ini tanpa harus susah-susah lagi browsing sana-sini. Trust me, it takes time to just browse and make sense of those ‘alien’ terms. Hahaha.

Oiya, seandainya ada kalian yang ternyata nemu kesalahan dalam hasil terjemahanku, please kindly inform me, ya! Aku bakal secepat kilat perbaikin biar nggak jadi misleading, Hehehe.

Last but not least, you might ask, how to read this?

Jadi di dalem dokumen ini ada satu halaman yang isinya semacam pendahuluan gitu. Isinya bagus, jadi yaudah aku putusin buat terjemahin juga. Setelah itu, tinggal cari uraian yang sesuai rentang umur anak (tiap uraian terdiri dari 6 bagian) trus cocokin anaknya udah sesuai belum perkembangannya sama deskripsi di dalem situ. Jadi deh.

Oiya, ini aku bagi jadi tiga postingan ya. Kalo langsung semuanya jadinya panjang banget soalnya. Okelah cus langsung monggo dibaca. Semoga bermanfaat yaaa!



Bahasa dapat membuat kita mampu memahami dan mengungkapkan ide, gagasan, pendapat dan emosi.

Dalam proses pembelajaran bahasa, kemampuan dalam memahami suatu informasi (bahasa reseptif) selalu mendahului perkembangan bahasa ekspresif. Bayi bisa menoleh ketika sang ibu memanggil, atau bisa melambaikan tangan ketika diminta, jauh sebelum dia bisa menyebutkan namanya sendiri atau mengucapkan selamat tinggal. Sama seperti belajar untuk memahami dan mengungkapkan bahasa, perkembangan kemampuan pragmatis** juga teramat penting agar anak dapat menggunakan bahasa dengan baik di dalam berbagai konteks sosial dan agar ia mampu mencapai tujuan yang ia inginkan.

Sejak lahir hingga memasuki usia dini, ini adalah saat dimana perkembangan seorang anak melaju sangat pesat. Bayi berkembang dari sosok yang senantiasa bergantung pada orang lain menjadi seorang komunikator yang kompeten dan pemikir serta pembelajar mandiri ketika ia mulai bersekolah.

Tabel-tabel berikut merupakan skala terintegrasi mengenai garis besar tahapan-tahapan perkembangan secara umum dalam kemampuan mendengar, bahasa reseptif dan ekspresif, kemampuan berbicara, kognisi dan komunikasi sosial. Poin-poin di dalam tabel telah diadaptasi dari sejumlah sumber:

  • Cottage Acquisition Scales for Listening, Language and Speech
  • Preschool Language Scale – 4 (PLS 4)
  • The Bzoch-League Receptive-Expressive Emergent Language Scale Second Edition
  • (REEL – 2)
  • The Early Learning Accomplishment Profile Kit (E-LAP)
  • The Learning Accomplishment Profile Revised Edition Kit (LAP-R)
  • The Rosetti Infant-Toddler Language Scale
  • Gabriel’s Curriculum

 

Seorang anak dengan gangguan pendengaran akan tetap mengikuti tahapan-tahapan perkembangan yang sama. Namun, ia akan membutuhkan paparan yang lebih besar terhadap bahasa lisan sedini mungkin. Bahasa, kemampuan berbicara, kognisi dan kemampuan pragmatis seharusnya berkembang secara serempak melalui proses mendengarkan dalam program sistematis yang mengikuti tingkatan-tingkatan perkembangan.

 

Penting diingat bahwa keterampilan dan kemampuan yang tercantum di sini adalah berdasarkan rata-rata. Terdapat rentang yang cukup besar antara waktu tercepat dan terlambat anak dalam mencapai berbagai milestone. Anak Anda mungkin saja tidak mencapai suatu milestone dalam jangka waktu yang diberikan, tapi bukan berarti mereka tidak akan mencapainya. Skala perkembangan ini hanya dimaksudkan sebagai panduan saja. Skala ini telah disertakan untuk membantu dalam penyediaan program untuk memenuhi kebutuhan individu anak tertentu.

 

Untuk referensi dan deskripsi lengkap silakan merujuk ke Listen Learn and Talk (Ref. Z60407). Dokumen ini adalah sumber habilitasi pendengaran dari Cochlear.

 

**keterampilan bahasa yang digunakan dalam interaksi sehari-hari dengan orang lain; termasuk apa yang dikatakan, bagaimana cara mengatakannya, bahasa tubuh, dan kesesuaiannya dengan situasi yang ada. 


10-12 MONTHS

Listening

Semakin banyak mengenali kata-kata dengan maknanya masing-masing

Mengamati suara diri sendiri dan orang lain

Dapat menemukan lokasi sumber suara yang datangnya dari jauh

Dapat memperbedakan suara lawan bicara dari sumber-sumber suara lain

 

Receptive Language

Menunjukkan ketertarikan saat mendengarkan kata-kata baru

Secara umum dapat memerhatikan suatu percakapan tanpa terganggu dengan suara-suara lain

Sesekali memberikan mainan/benda bila diminta

Sesekali dapat mengikuti perintah sederhana (misal: ‘taruh bonekanya dong’)

Merespons musik dengan gerakan badan atau tangan

Merespons suatu permintaan dengan gerakan kepala dan badan yang sesuai (misal: jika ditanya  ‘kalo dadah gimana?’, maka anak melambaikan tangan)

Menunjukkan perhatian yang lebih besar terhadap percakapan dalam jangka waktu yang lebih lama

 

Expressive Language

Mengoceh dengan empat suku kata atau lebih (dengan struktur seperti kalimat pendek tanpa disertai kata-kata yang benar)

Ketika bermain sendirian, mulai mengoceh mengikuti pola intonasi orang dewasa

Berinisiatif melakukan speech-gesture (misal ketika kita menyanyikan Cicak Cicak di Dinding, bayi menunjukkan gerakan menepukkan kedua tangan saat kita berkata ‘HAP!’)

Berbicara dengan mainan/benda

Sering merespons lagu dengan kata-kata (misal ketika kita menyanyikan Cicak Cicak di Dinding, anak ikut berkata ‘HAP!’)

Menirukan gerakan yang dapat menghasilkan suara (misal: tepuk tangan, menekan tombol yang bisa berbunyi, memukul drum)

Kemungkinan mulai bisa mengucapkan kata pertama (misal: bye-bye, mama, papa)

 

Speech

Menirukan suara dan jumlah suku kata yang diucapkan orang lain (misal: kita bilang ‘dadada’, anak balas bilang ‘dadada’ juga, bukan ‘da’ atau ‘dada’ saja atau ‘dadadada’; jadi jumlah suku kata yang ditirukan sama persis)

Menggunakan suprasegmental morfem (cara pengucapan kata-kata tertentu mulai dari bagaimana penekanannya, nadanya, temponya, dan intonasinya. Misal: aku biasa manggil Alma dengan suara tinggi ke rendah: Al(tinggi)-ma(rendah). Jadi kalau nyebut namanya sendiri juga jadi tinggi ke rendah juga, bahkan sejak pengucapannya masih belum jelas)

Huruf vokal dan konsonan diulang dengan kombinasi yang konsisten (misal: ba, di, ba, di)

Biasanya masih mengeluarkan suara yang diawali konsonan p, b, d dan m.

 

Cognition

Melawan kalau mainan diambil

Menghubungkan suatu kegiatan dengan sebuah benda (misal: sendok→mengaduk, bantal→tidur, dst.)

Kalau ada yang tertawa karena sesuatu yang bayi lakukan, bayi akan mengulanginya lagi

Mencocokkan dua benda yang sama persis

Berusaha menumpuk dua buah balok

 

Social Communication

Mulai memahami pertanyaan dan jawaban (misal: menggeleng ketika tidak mau/pengganti jawaban ‘tidak’)

Paham kalau disapa

Pemahaman konsep tentang ‘melakukan sesuatu secara bergiliran’ (termasuk bergiliran saat berbicara) mulai berkembang

Merespons panggilan ibu dengan suara

Menunjukkan keinginan untuk mengubah aktivitas yang sedang dilakukan dengan aktivitas yang lain

Mulai menarik dan mendorong untuk memberi petunjuk/arah kepada orang lain

Memberi tahu melalui suara dan gerakan tubuh ketika protes

Berinisiatif dan menikmati kegiatan bermain

 

Untuk rentang umur 13-15 bulan dan 16-18 bulan, silakan tunggu postingan selanjutnya yah. Thank you.

 

Resource: http://www.cochlear.com/wps/wcm/connect/shared-library/downloads/global-downloads/support/rehabilitation-resources-integrated-scales-of-development-for-listen-learn-talk

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *